Ternyata yang Membangun Borobudur adalah Nabi Sulaiman As.

Standar

Sabtu lalu, 3 Nopember 2012, saya pergi ke sebuah toko buku di sekitar Kebon Jeruk dengan tujuan membeli buku-buku karya para Sahabat saya. Ada tiga buku yang ingin saya beli. Pertama: PELAWAK Penuntun Laku Di Segala Waktu karya HM Chengho Djadi Galajapo. Kedua: novel NOW and THEN karya Ann Annelies (Arne). Ketiga: Masa Depan Kemanusiaan karya Paul Heru Wibowo.

Namun setelah berputar-putar menjelajahi tiap bagian di toko buku itu, buku-buku itu tidak saya temukan. Menurut keterangan pegawai di toko buku tersebut, stoknya habis. Laris juga buku mereka, pikir saya. Insyaallah.

Daripada pulang tidak membawa apa-apa, saya putuskan untuk mencari buku-buku lainnya saja. Di tengah mencermati dan mengamati begitu banyak judul buku, saya sedikit mengerutkan dahi ketika membaca sebuah buku berjudul “BOROBUDUR & PENINGGALAN NABI SULAIMAN”. Saya sempat membukanya sejenak, lalu saya kembalikan ke tempatnya sebelum kemudian melanjutkan mencari buku yang kira-kira menarik hati. Namun akhirnya saya kembali lagi ke buku tentang Borobudur yang ditulis oleh KH Fahmi Basya itu.

Saya meraih buku itu. Membacanya sambil berdiri. Lumayan lama. Dan… saya terkesima! Bergetar! Pembuktian-pembuktian eksakta dan faktual berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an yang diuraikan dalam buku itu sungguh meyakinkan. Tidak perlu berpikir panjang lagi, saya beli buku itu.

Begitu sampai di rumah, saya segera membacanya. SUBHANALLAH. Semakin terkesima saya. Penelitian Pak Kiyai selama 33 tahun membuahkan hasil yang mencengangkan. Sebuah kenyataan baru terkuak, bahwa Negeri Saba yang diceritakan dalam Al Qur’an ternyata ada di Pulau Jawa. Reruntuhan/situs Ratu Boko di Klaten Jawa Tengah diyakini Pak Kiyai sebagai Istana Ratu Saba.

Selama ini diyakini oleh banyak ahli sejarah bahwa Negeri Saba ada di wilayah Yaman. Namun Pak Kiyai membuktikan bahwa semua itu salah.

Di buku ini diceritakan bahwa reruntuhan Ratu Boko adalah Istana Ratu Saba. Al Qur’an menceritakan bahwa Saba diapit hutan di kanan dan kirinya. Itulah Hutan Saba yang dalam bahasa Jawa berarti Wana Saba atau Wonosobo. Bahkan nama Sleman dikatakan diambil dari nama Nabi Sulaiman.

Tidak hanya itu, di areal kolam mandi Sang Ratu di situs Ratu Boko ditemukan sebuah lempengan emas bertuliskan “Bismillaahirrahmaanirrahiim” yang diyakini sebagai surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Saba.

Pembuktian-pembuktian Pak Kiyai semakin mencengangkan melalui relief-relief di Borobudur. Diyakini bahwa relief-relief di Borobudur sesungguhnya menceritakan isi Kitab Zabur. Pada relief-relief itu ditemukan kisah Nabi Nuh, Kisah Nabi Yunus, dan lain-lain. Bahkan patung-patung yang selama ini diyakini sebagai gambaran Budha sesungguhnya adalah gambaran tentang sosok Nabi Sulaiman dan sosok-sosok lainnya seperti Ghilman dan Wildan yang diceritakan dalam Al Qur’an.

Pada situs Ratu Boko ada bagian yang hilang. Itulah bagian yang diambil Nabi Sulaiman dan ditempatkan di puncak Borobudur yang sekarang dikenal sebagai Arupa Dhatu.

Dalam buku ini juga disebutkan kemungkinan Ibunda Nabi Sulaiman adalah perempuan Jawa. Dan yang lebih mengejutkan adalah pernyataan bahwa Nabi Sulaiman meninggal di Borobudur di saat tengah dibangun sehingga ada bagian-bagian di Borobudur yang belum terselesaikan.

Bahkan ditegaskan pula bahwa Candi Prambanan adalah bangunan Nabi Sulaiman yang dilakukan dengan memerintahkan Jin untuk membangunnya.

Sungguh ini adalah pembuktian-pembuktian yang luar biasa. Apa yang disampaikan KH Fahmi Basya dalam buku ini rasanya sulit dibantah. Bahkan beliau membandingkan Negeri Saba di Yaman dan yang ada di Pulau Jawa melalui ayat-ayat Qur’an. Hasilnya 14-0 untuk Jawa dengan Ratu Boko dan Borobudurnya.

Hasil penelitian yang cukup mengejutkan ini tentu menghadirkan pro dan kontra. Namun terlepas dari pro dan kontra atas penelitian KH Fahmi Basya, upaya Beliau dalam membuktikan teorinya melalui penelitian selama 33 tahun sungguh sangat layak diapresiasi.

Pro dan kontra selalu ada dalam meyakini hasil sebuah penelitian sejarah maupun arkeologi. Misalnya saja tentang keberadaan ATLANTIS. Sampai kini masih banyak peneliti yang ingin membuktikan keberadaan ALTLANTIS itu sesungguhnya ada di mana. Ada beberapa lokasi yang diyakini merupakan reruntuhan ATLANTIS. Profesor Arysio Santos, seorang profesor ahli nuklir, yang mengaku telah melakukan penelitian selama 29 tahun bahkan menyatakan bahwa ATLANTIS yang sesungguhnya adalah berada di INDONESIA. Percaya atau tidak? Terserah Anda.

Hanya Allah Tuhan Semesta Alam lah yang tahu pasti segalanya. Dan manusia tidak dilarang untuk mencari tahu.

:)

Jkt, 4-11-12
SONNEF

3 responses »

  1. Terima kasih, Bro (xenocross & Moh Yasin). Saya sudah berkunjung ke artikel yang sudah Anda link-kan di sini. Bahkan saya juga sempat mengunjungi blog2 & site lain yang memuat tulisan yang berkaitan dengan hasil penelitian KH Fahmi Basya itu. Seru! Banyak pro-kontra! :) Tapi itu biasa tho.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s